Suatu pagi ketika kami berada dalam perjalanan menuju rumah orang yang hendak kami layani. Sambil berjalan saya berbicara dengan Philip.
“Lip, mengapa hari ini saya merasa kering sekali ya?” Sejenak ia menghela nafas sebelum akhirnya menjawab.
“hari ini kamu sudah membaca Alkitab?”
“Sudah!”
“Berapa pasal yang kamu baca hari ini?”
“Ngng… tidak terlalu banyak, tetapi saya mendapat rhema!” Ia terdiam. Sesaat kemudian ia memberi saya jawaban yang tak saya sangka sama sekali.
“Seandainya sekarang kamu makan makanan yang sangat mengundang selera makanmu. Makanan itu enak dan bergizi. Sayangnya porsinya kecil sekali. Cuma daging secuil. Apakah menurut kamu daging secuil itu cukup untuk mengenyangkanmu?”
Saya tersentak. Benar juga!
“Semestinya tidak kenyang ya?” jawab saya pelan.
“Nah, itu jawabannya! Rohmu dikenyangkan atau tidak, sangat bergantung kepada seberapa banyak kebenaran firman Tuhan yang kamu makan hari ini! Sekalipun kamu merasa mendapatkan rhema, tetapi kalau firman Tuhan yang kamu makan porsinya kecil, maka rohmu akan tetap merasa lapar!”
Apa yg dikatakannya hari itu benar-benar menyadarkan saya tentang pentingnya makan “makanan rohani” setiap hari dan dalam porsi yang tepat. Sejak saat itu sampai kini, saya terus mendisiplin diri saya untuk membaca Alkitab setiap hari.
“itu pengalaman pribadi yang tak pernah terlupakan!” katanya sambil tersenyum.
Aku sepakat dengannya! Membaca Alkitab sama sulitnya dengan berdoa. Sepertinya mudah untuk dikerjakan tetapi jarang sekali yang benar-benar konsisten untuk melakukannya. Karena isi Alkitab lebih mirip sejarah sebuah bangsa dan umat pilihan Allah, sejumlah janji kepada anak cucu keturunan Israel serta kisah-kisah seputar tokoh Alkitab dan Yesus Kristus.
Bagi sebagian besar orang, Alkitab dianggap tak relevan lagi untuk dibuat bacaan wajib bagi orang Kristen hari ini. Tetapi bagi orang-orang yang mencintai dan mempercayai isinya, setiap kata dan janji Allah di Alkitab seperti berbicara langsung ke hati mereka. Firman, mewakili Tuhan Yesus sendiri yang berkata kepada mereka dan mereka akan menemukan banyak rahasia keberhasilan dan janji-janji Allah dalam hidupnya yang tertulis di Alkitab.